Thursday, March 15, 2007

Terbanglah Wahai Merpati

Sekarang kau sudah cukup besar
Ku telah memeliharamu semenjak kecil
Kecil sekali, bahkan tubuh mungilmu itu tertutup hanya dengan satu genggaman tanganku
Tak lupa aku tuk selalu memberi makanan kesukaanmu
Pur yang kubeli ditepi jalan menuju rumah setiap aku pulang ke rumah

Kuamati hari demi hari burung kesukaanku itu
Pertumbuhannya hampir tak luput dari pengamatanku
Karena rasa penasaranku yang selalu ingin tahu seberapa cantikkah burung ini kelak
Apakah secantik yang kuharapkan

Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Tahun demi tahun
Semua telah berlalu sesuai dengan alurnya
Banyak hal yang telah kualami
Kau pun bertambah dewasa
Namun aku pun bertambah dewasa
Sedikit banyak sudut pandangku akan sesuatu hal pun berubah

Ketika ku melihat burung merpati lain yang berterbangan di angkasa
Disitu kulihat sedikit hal tentang kebebasan
Hal yang indah dari sebuah kebebasan,
Oh ... cantik sekali burung-burung itu
Ternyata mereka lebih indah ketika terlihat bebas

Sejenak ku menoleh ke arahmu
Malangnya dirimu yang hidup didalam sebuah sangkar berukuran 1 x 2 meter
Hanya untuk sebuah keinginan ku tuk selalu melihat dirimu
Sementara sesamamu berterbangan di angkasa dengan bebas sesuai hasratnya

Namun tahukah kau rasa sayang ku untukmu
Ketika ku memeliharamu hingga saat ini
Dan untuk banyak waktu yang kusisihkan untukmu
Berat rasanya bagiku tuk melepasmu
Disisi lain aku juga tak mau menjadi orang egois yang selalu menginginkan segala sesuatu sesuai dengan kehendakku
Melihat sesuatu dari sudut pandang sempit dari berbagai aspek yang ada di alam semesta
Sehingga mengembalikanmu kedalam habitatmu menjadi penting bagiku
Seperti halnya mengembalikan hidup seseorang kedalam kehidupannya

Hingga suatu waktu kuputuskan tuk melepasmu
Dengan segala pertimbangan yang ada

Karena keindahanmu ada pada kebebasanmu
Kecantikanmu ada pada rentangan sayapmu
Hatimu ada pada setiap ruang di angkasa

Jadi terbanglah wahai merpati kemana kau kan terbang
Pergilah kemana kau kan pergi
Aku pun tak mengharap kau tuk kembali
Karena hatiku sudah kutitipkan pada setiap merpati yang terbang diangkasa

Tapi ...........
Pintu sangkar itu tak pernah kututup
Kusediakan jikalau suatu hari kelak kau ingin kembali dan singgah sejenak
Mengingat lembaran masa lalu yang telah menjadi kenangan
Sekalipun aku sudah tak lagi mengingatmu

2 comments:

Dini Kusumaningrum said...

Jangan ditutup.. Melihat dari masa lalu yang pernah terjalin, siapa tahu dia akan kembali..

pai said...

saya menanti waktu itu, kelak disaat saya dapat terbang bebas dengan sayap-sayap indahku..
tapi tentu, saya tak akan lupa dengan dia yang telah merawatku dan memberikan cintanya padaku selama ini..
hahaha ngarep ;p